Romantisnya Mahasiswa Hadis

بسم الله الرحمن الرحيم

Paska dihujam dengan dua film lelaki pujaan berturut turut yakni Fahri dan Dilan. Saya yang hanya pecahan ketombe bayi amoeba ini hanya bisa diam dan pasrah. Ternyata standar para perempuan jaman now bisa ditarik ke dua hal besar. Pintar agama, hati malaikat dan juga kaya lalu di sisi lain ada anak muda, bad boy tapi romantis sangat (menarik napas).

Lalu pada satu titik, saya merenung lalu berpikir “apa jadinya jika dua karakter ini digabung?”. Saya kira cerminan yang sangat tepat ada pada sosok mahasiswa jurusan ilmu hadis. Jawabannya sangat jelas bak matahari di siang bolong. Mereka belajar agama seperti Fahri tapi juga bisa jadi sosok romantis kayak si Dahlan eh Dilan.

Kamu nga percaya?. Baique-lah, saya jelaskan disini.

Ilmu hadis objek kajian utamanya adalah segala bentuk perilaku Nabi Muhammad sholallahu alayhi wasallam. Maka dari itu kami sudah sangat akrab sekali, bagaimana interaksi beliau dengan istri-istrinya.

Misal ketika momen bersandarnya Siti Aisyah ke pundak beliau yang mulia ketika menonton pertunjukkan orang-orang dari Habasyah bermain tombak. Atau ketika beliau bermain lomba lari-lari kecil bersama Aisyah.

Oleh karena itu. Sebagai mahasiswa akhir dalam jurusan ilmu hadis, perkenankan saya mencoba menjabarkan tentang betapa cocoknya mereka dijadikan calon imam kamu romantisnya para pelajar ini melalui pendekatan ilmu hadis.

Dalam ilmu hadis, ada dua syarat yang harus dipenuhi seseorang jika ia ingin meriwayatkan sebuah hadis. Yang pertama ‘adalah atau berintregitas tingi, cakap kepribadiannya, harus jujur lalu tidak berdusta dan lainnya. Yang kedua adalah ‘dhobt alias bisa menjaganya baik dengan hafalan atau tulisan.

Begitu pun ada dua syarat yang mutlak diperlukan dalam mencintai. Seseorang itu harus punya peringai yang baik, jujur terhadap pasangannya dan tidak berdusta akan statusnya. Pun dia juga harus pandai menjaga cintanya baik dalam bentuk ucapan ataupun tindakannya apalagi di musim berjamurnya pelakor saat ini, ukhti.

Imam Bukhori bernama Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughrioh. Sedangkan Imam Abu Dawud nama lengkanya Sulaiman bin al-Asas bin Ishaq. Kami terbiasa menghafal nama-nama, lengkap dengan bin atau orang tua mereka. Maka jika hanya menyebut namamu dan nama orang tuamu lengkap dengan jumlah mahar di ijab qobul nanti, tentu itu adalah perkara yang mudah.

Apa kamu tahu ukh, bahwa ulama hadis berbeda pendapat mengenai jalur periwayatan hadis yang paling shahih alias benar?.

Imam Bukhori berpendapat bahwa hadis yang paling shahih harus melalui jalur dari Malik kemudian Nafi’ lalu ke Ibnu Umar untuk kemudian bersambung sampai kepada Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam.

Dalam dunia hadis ini disebut silsilah zahabiyah atau mata rantai emas. Karena memang bagi para imam hadis jalur riwayat tadi sangat berharga nilainya bahkan melebihi emas. Tapi tahukah, ukhti, menurutku masih ada lagi satu jalur yang lebih berharga dari itu semua.

Mata rantai tersebut adalah dari aku ke kamu lalu ke anak-anak kita.

Sebagaimana penjelasan para ulama bahwa ilmu hadis adalah ilmu untuk mengetahui ihwal atau keadaan dari rowi/sanad (pembawa hadis atau periwayatnya) dan marwi/matan (yang diriwayatkan atau redaksi hadisnya) tidak ada ketiganya.

Maka percayalah, ukhti. Bahwa keberadaanku di sisimu dalam dunia ini bagaikan sanad dan matan yang tak mungkin berpisah satu sama lainnya dan tidak ada pihak selainnya.

Dalam pembagian jenis hadis dhoif atau lemah bisa dikatakan ada dua macam. Pertama dhoif yasir atau tingkat kelemahannya ringan bisa ditolerir, ada juga yang dhoif syadid atau sangat lemah.

Salah satu yang tingkat kelemahannya ringan bernama hadis muallaq. Kenapa lemah?. Karena hadis ini pada awal sanad atau jalur periwayatannya terputus tidak disebut. Tapi tahukah kamu, ukhti fillah. Secara arti bahasa hadis muallaq bisa diartikan sebagai hadis yang digantung.

Kalau saja hadis yang digantung bisa membuat status hukummya menjadi lemah. Maka, apalah hati aku ini, ukh. Maka jangan sekali-kali kamu gantungkan harapan ini. Karena percayalah, ukhti bahwa digantung itu tidaklah enak.

Termasuk salah satu hadis yang sangat lemah tidak bisa dijadikan dalil adalah hadis matruk. Hadis ini disebut matruk karena di dalam jalurnya ada periwayat yang tertuduh pendusta. Dan lagi-lagi, tahukah kamu arti dari matruk, ukh?. Hadis matruk jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi hadis yang ditinggal. Ya, dia ditinggalkan oleh para ulama sehingga tidak bisa dijadikan pendalilan dalam suatu masalah.

Begitupun diri ini, ukhti. Jangan sekali-kali kamu meninggalkanku supaya hati ini tidak menjadi lemah kemudian mati perlahan.

Tahukah kamu, ukhti.

5 (lima) hari yang dibutuhkan Imam Suyuthi dalam menyusun alfiyahnya (kitab berisi 970 bait tentang ilmu hadis).

Dan, 5 (lima) detik yang dibutuhkan bagi diriku untuk meyakinkan hati ini bahwa kamu adalah belahan jiwaku, sehidup dan sesurga.

Jikalau Imam Baqi bin Makhlad pernah mendatangi Imam Ahmad dari Andalus (Spanyol) ke Baghdad (Irak) berjalan kaki untuk mendengarkan hadis. Maka, jarak yang sama atau bahkan lebih kan ku tempuh untuk menuju ke tempat orang tuamu guna meminangmu sekaligus meminta restu kepada mereka berdua.

By the way, udah ngomong jaub tentang hadis, kamu tahu perbedaan sunah dan hadis?. Hadis adalah segala ucapan, perilaku dan ketetapan dari Nabi Muhammad sholallahu alayhi wasallam.

Mungkin kamu akan bertanya, kalau sunah apa?

Untuk menjawab itu, aku akan mendekatimu lalu mencium pipimu perlahan sambil berbisik. Ini namanya sun-aaah, sayang~.

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Nikaah, Ringan, Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Romantisnya Mahasiswa Hadis

  1. mysukmana berkata:

    Para lelaki di akhir jaman…
    Nice tulisan kak..

  2. Hafidh Frian berkata:

    Begini yaa tulisan baper anak ahli hadist 😂

  3. ekkidauki berkata:

    Romantis ala ulama hadits!!

    Jamiil hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s