Me-Mojok

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengawali postingan pertama di awal tahun, yang sebenernya udah twelat buanget, hha. Kali ini cuman mau menjawab beberapa pertanyaan temen-temen tentang akivitas baru saya di dunia maya.

Oke yang pertama akhirnya saya buat IG, oke itu gak penting, lupakan.

Saya mau bahas tentang nulis di Mojok dot co. Sedari Agustus tahun lalu, saya beberapa kali-lah kirim tulisan di Mojok dan diterima. Total mungkin udah 10 artikel saya yang duduk manis di situs yang tagline-nya sedikit nakal banyak akal itu. Agak ngenes sih, nulis di Mojok, tapi blog sendiri malah nda keurus lagi. Tapi emang sensasi nulis di Mojok jauh lebih beda sih sama nulis di Blog.

Mojok bisa dibilang situs “nakal” dan nyinyirnya minta ampun, apalagi kalau udah terkait sama isu keumatan. Itu makanya beberapa orang yang kenal saya pada nanya “Koq bisa ente nulis di situs orang-orang liberal itu?”.

Hha, awalnya saya itu pake nama samaran, kadang ga enakan sama yang lainnya. Tapi akhirnya memberanikan diri pakai nama asli, coba ketik Dinar Zul Akbar di google, insya Allah salah satu hasil yang keluar Author at Mojok, please gak usah tepuk tangan, ckck.

Yang jelas pertama banget itu saya mau belajar di Mojok. Tulisan yang diterima emang udah 10 tapi yang ditolak udah lebih dari itu, mungkin dua kali lipatnya. Tim redaksi Mojok itu terkenal banget selektifnya. Yang jahatnya dari mereka itu kalau artikel kita ditolak, mereka nggak langsung kasih tau, tapi digantung dulu sampai mungkin 5 atau bahkan seminggu. Disitu saya tau bahwa digantung itu ternyata gak enak. Barangkali saya bisa nulis buku ala-ala Mojok, yaa siapa tau??.

Nah kalau ditolak berarti ada yang salah dalam tulisan saya. Dari interaksi kayak gitulah saya bisa belajar, bahwa ternyata emang tulisan saya gak layak masuk situs popular macam Mojok. Setelah itu baru saya tafakur dan merenungi apa sih yang salah, jadi anggaplah nulis di Mojok ibarat saya lagi ikut kursus nulis online, semacam itulah.

Yang kedua, nulis di Mojok itu buat menyalurkan “kenakalan” saya. Yaa, abisnya disini tinggal di asrama, orang-orangnya serius, belajar juga kebanyak materi dan sebagainya. Nah salah satu aktivitas buat refreshing otak itu yaa nulis di Mojok.

Selanjutnya adalah pembaca yang lebih banyak. Kalau di blog, yang baca pasti jauh lebih sedikit ketimbang di Mojok, yaa secara wajarlah yang satu udah masuk peringkat 150-an Alexa yang satu blog random ga jelas. Hha

Kemudian ada kebahagiaan sendiri, kalau apa yang kita tulis, share, diapresiasi orang, bahkan mungkin bisa membuat senyum orang pas lagi baca. Walaupun saya yakin, nasib saya ini jauh lebih pantas ditertawakan ketimbang tulisan saya. Wkwkwk

Kadang setelah diangkat naik oleh redaksi, saya suka baca satu-satu komentarnya. Bahkan kadang ada yang inbox atau dm, bilang makasih udah bikin senyum dan lain lain. Yaaa, bagi saya sih itu jadi hiburan tersendiri ya.

Terus juga bisa masuk grup WA penulis Mojok, bisa segrup bahkan chattingan dengan sosok kayak Puthut EA, Agus Mulyadi, Iqbal Aji dan sederet tokos fames lainnya itu juga bikin perasaan jadi agak wah gimanaaaa gitu. Yaa dalam banyak hal, saya ulang yaa, dalam banyaaak hal saya sangat berselisih pendapat dengan beberapa para penulis Mojok, tapi yaa saya menghormati mereka. Saya gak bisa memaksaken kehendak saya, ataupun sebaliknya. Disitu juga saya belajar menghormati pendapat orang lain. #pesan moral

Alasan terakhir tentu sangat mahasiswa banget ya. Buat yang nulis di Mojok, kemudian akhirnya diposting di situs mereka, maka ada imbalan berupa materi. Jumlahnya emang sih gak cukup kalau buat cicil rumah di Meikarta. Tapiii yaa lumayanlah, buat nyetock mie di kamar.

Dulu saya juga pernah beberapa kali nulis di sebwa situs dan itu gak dibayar, hiks. Padahal artikel yang saya kirim termasuk hitslah. Tapi yaaa au dah saya juga bingung mau bilang apa, hha.

Demikian, postingan yang sangat random dan gak jelas ini. Maklum efek abis ujian. Untuk blog sendiri, saya kurang tau mau diapaken ini. Mau dinonaktifkan tapi terlalu amat banyak kenangannya, hiks.

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Me-Mojok

  1. @nurulrahma berkata:

    Tiap artikel yang dimuat fee-nya 300K atau lebih, dek?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s