Drama Yang Penuh Drama

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum kawan atopun sodara yang masih memasukkan saya ke dalam list kawan atopun sodaranya. Fiiiuuh, udah lamaaaa bener ini blog ga diupdate, jangankan update buat sekedar blogwalking aja bener-bener bisa dibilang nol besar. Kalo dulu Sayyidina Umar rodhiyallahu anhu pernah bertanya ke seorang perempuan, berapa lama sih sanggup nda ketemu misua tercinta??. Keluarlah jawaban selama 4 bulan. Lah ini blog udah lebih 5 bulan nda pernah dijamah. Maafkan kanda yaa  ……   my blog??!.

Padahal dulu udah pernah buat konsep tuk postingan, mau ini-lah itu-lah dan buanyaak lagi yang mau dibahas di blog ini, tapi apa mau dikata manusia hanya bisa berencana namun Tuhanlah yang menentukan segalanya #ngelesbajaj. Okelah balik ke topik, sekedar postingan pemanasan cuman say hello aja buat yang mungkin merindukan saya *batuk.

1916941_1039532168499_8096182_n

Yang berdiri (kanan ke kiri) : Mick, Saya, Suray, Omen, Rizal, Ipan. Yang duduk (kanan ke kiri) : Arlex, Harry, Jauharry, Fauzi

Ini foto bukan tahun 2004, ini kameranya aja yang kelupaan disetting. Tahun persisnya sekitar 2007, bulannya kapan ini yang bener-bener kelupaan. Ini salah satu mozaik kehidupan saya yang bisa dibilang cukup berkesan garing (garis miring) mengenaskan.

Pas masih SMA dulu, oya saya ini salah satu manusia yang Allah takdirkan tuk belajar di SMA N 57. Sekolah di bilangan Kedoya, yang salah satu alumninya itu Andre Taulani, bahkan grup band Stinky yang dulu sempet ngehits itu dibentuknya di SMA 57. Balik ya . .

Pas masih SMA dulu, saya ini tercatat sebagai anak ROHIS 57 (Rohani Islam). Nah di eskul ini kita punya senior yang waktu itu ngajak kita nih juniornya buat pentas drama di daerah Tangerang. Acara BNN wilayah Tangerang kalo nda salah inget yang dihadiri oleh para pelajar tingkat SMP.

Mulailah saya dan eh iya saya yang disamping pake wig #hammer, saya dan beberapa temen didaulat untuk jadi pemeran di acara itu. Temanya jelas, tema mainstream orang yang suka narkoba terus tobat. Kita latihan dah beberapa hari, terus juga dibikin dialog dan koreografi yang disusun oleh Bang Suray alias Nasuri yang peke kacamata, senior kita juga.

Hingga malam sebelum pertunjukkan pun tiba. Kita diminta untuk dateng ke lokasi A, kabarnya kita bakal dijemput sama panitia pake mobil. Nah kumpullah kita, waktu itu ada Saya, dan temen-temen, namanya Jauharry, Andreymick, Ipan, Harry, Arlex, Omen, Fauzi, dan Rizal Saragih.

Nunggu dan menunggu hingga datanglah panitia yang juga senior kita. Cukup tercengang ketika kita lihat bahwa mobil yang dibawa adalah mobil bak. Ya Tuhan, menjeritlah hati kami ketika “dipaksa” untuk naik ke mobil bak tersebut. Jarak yang cukup jauh dari Kedoya ke Tangerang ditambah suasana gelap dan dinginnya hembusan malam mengingatkan kita akan bagaimana perasaan hewan ternak yang dibawa dari daerah ke Ibukota untuk dipotong di tempat-tempat pemotongan hewan.

Sambil menghibur diri diatas bak yang berjalan, beberapa dari kita main catur yang emang sengaja dibawa buat hal-hal force majeure kayak gini. Alhamdulillah kita selamat sampai tujuan, fisik pun mulai lelah dan kita bersiap untuk istirahat supaya performnya lebih greget dan maksimal.

Namun salah satu panitia, senior kita tadi, yang ngajak drama tadi, kembali meminta maaf. Usut diusut panitia kurang tenaga, maka kita yang status de factonya adalah bintang tamu “diminta tolong” untuk bareng-bareng dekor tempat kejadian perkara. Walhasil momen istirahat harus ditunda dan dengan hati yang dipaksakan kami bantu-bantu panitia.

Bantu-bantu dah beres, kita pun dituntun menuju ruang istirahat. Saya dan temen-temen pun kembali menahan nafas karna ruang yang difungsikan buat tempat istirahat kondisinya cukup bisa dibilang tragis. Entah siapa yang sebelumnya menempati ruangan itu, yang jelas banyak banget yang namanya putung rokok dan beberapa botol minuman. Ya Tuhan ini kalo mama (cielah mama) tau buah hatinya diperlakukan seperti, ini pasti beliau bakal nangis. Sebelum istirahat kita menyempatkan sebentar buat latihan dan reading.

Dan esok pun tiba, kami kembali membantu panitia melakukan finishing touching, waktu yang harusnya buat gladiresik terpaksa dicoret. Peserta pun mulai hadir, awalnya kita kira palingan yaaa cuman beberapa puluh peserta yang hadir, tapi Subhanallah ternyata tempat yang disiapin panitia pull sampai ujung.

Grogi, gugup, dan deg-degan mulai memainkan peran tapi Bismillah kita niat cari kebaikan disini Insya Allah ada jalan. Dan akhirnya drama pun sukses, disitulah momen pertama kali saya khususnya dapat applause yang luar biasa, tepuk tangan dari ratusan penonton lumayan terdengar gaungnya selama beberapa detik.

Drama pun usai, kita pun kembali “bantu” panitia buat beberes segala perlengkapan. Salah satu temen kami dipanggil oleh panitia dan terlihat ada amplop yang penampakannya cukup lumayan. Dan dibukalah amplop tersebut, saya agak lupa isinya yang jelas sebagian besar dari amplop tadi diinfakkan, lupa kemananya. Dan sisanya yang sedikit kita gunakan buat pulang naek angkot ke rumah masing-masing. Alhamdulillah.

Satu yang masih kita sayangkan, adalah dimana rekaman audio visual drama ini?. Kabarnya di tangan panitia cuman ada dokumentasi berupa foto. Untuk itu barangkali ada yang punya rekamannya tolong yaaa kabari tim kami #halah.

 

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Ringan dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Drama Yang Penuh Drama

  1. jampang berkata:

    yakin ada yang dokumentasiin berupa video saat itu?

    kalau ada upload di yutub yeh 😀

  2. Jauharry berkata:

    bujug dah ahahaha, masih nyimpen dia…. 😀 si Suray koplak itu, kacau dah munafek kalian ahahah

  3. sarah berkata:

    Mending masih ada dokumentasi foto. Zamanku Smp dulu gak ada apa2 karena kelupaan atau karena kami lagi tampil kacau. Lupa deh di Poto. Salam kenal mas, lagi bw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s