Madain Soleh, Bukti Lemahnya Manusia

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, akhirnya bisa melengkapi episode rihlah tempo hari. Sebelum tiba di Tabuk, kita mampir di kota Ula. Kota ini sebetulnya masih dalam kawasan provinsi Madinah. Letaknya di ujung utara Madinah langsung hadap-hadapan dengan provinsi Tabuk.

Perjalanan dari pusat Madinah ke Ula ini kurang lebih 6 jam. Jaraknya kurang lebih 500 km, yup di Saudi karna jalan lebarnya bukan maen, dan juga kendaraannya nda sebanyak di Indonesia, maka jarak jauh bukan terlalu masalah. Masalahnya ada di area yang kita lewatin. Perjalanan 6 jam cuman ada padang pasir dan gunung batu, dan deretan onta di samping kiri dan kanan kurang begitu akrab buat kita orang Indonesia yang biasa liat pepohonan.

Akhirnya tiba di Ula, kalo diperhatiken pepohonan disini lebih banyak dari di Madinah. Karna emang kondisi geografis arah utara dan selatan KSA itu makin hijau. Dan dari penampakan gunung di Ula, ini mirip-mirip gunung yang ada di Grand Canyon. Gunungnya nda lancip diujung tapi banyak yang datar.

1453347611257

Di stasiun peninggalan Utsmaniyyah : Izzi, saya, Romi, Hamid, Syauqi, dan Fulan (ga tau siapa?? 😀 )

Di kota ini ada dua peninggalan sejarah yang kita satroni alias sambangi #halah, yang pertama stasiun kereta peninggalan Utsmani dan yang satu lagi paling fenomenal adalah Madain Soleh. Kedua tempat ini emang deketan jaraknya nda jauh-jauh amat masih satu area. Sampai di stasiun kita langsung sholat zhuhur dan ashar dijamak-takhir selepas sholat makan dan kemudian dokumentasi (baca : narsiszz).

Perut dan hati dah dikasih suplemen masing-masing, lanjutlah kita naik bus dan mendatangi Madain Soleh yang punya nama jadul Al Hijr yang juga salah satu nama surat di Al Quran.

Dan sungguh penduduk Al Hijr telah mendustakan utusan kami [80] Dan kami telah mendatangkan kepada mereka bukti kekuasaan kami, namun mereka selalu berpaling [81] Dan mereka memahat gunung-gunung batu tuk dijadikan rumah kemudian merasa aman berlindung didalamnya [82]  Kemudian mereka dibinasakan oleh suara yang mengguntur di pagi hari [83] Sehingga tak berguna bagi mereka apa yang telah mereka kerjakan

Madain_Saleh_(6730226435)

Dari arab wikipedia

Biar lebih enak saya kutip -dengan banyak perubahan tentunya- kisah Nabi Sholeh alayh salam dengan kaumnya Tsamud dari kitab Bidayah wa Nihayah karangan Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

Kisah ini berawal ribuan tahun lalu, ketika Allah mengutus seorang nabi kepada kaumnya. Nama lengkap sang nabi adalah Sholeh ibn ‘Abd ibn Masikh ibn ‘Abid ibn Hajir ibn Tsamud ibn ‘Ayir ibn Irom ibn Sam ibn Nuh alayh salam. Sedangkan kaum yang membangkang adalah kaum Tsamud. Sebagaimana dituliskan diatas bahwa Tsamud merupakan anak keturunan Nabi Nuh alayh salam. Para ulama juga meyakini bahwa bangsa Tsamud adalah bangsa arab kuno.

Kaum Tsamud sebagaimana kaum pembangkang lainnya, dahulu mereka menyembah berhala. Kemudian Allah mengutus Nabi Sholeh sebagai pemberi peringatan dan kabar gembira. Para ulama menyebutkan bahwa suatu ketika Nabi Sholeh mendatangi kaum Tsamud kemudian mulai menyampaikan dakwahnya. Kemudian mereka meminta kepada sang Nabi agar bisa mengeluarkan seekor unta besar dari batu cadas dengan ciri-ciri yang mereka minta.

Kemudian berkat kuasa Allah, hal yang mereka minta pun terjadi. Hingga sebagian mereka ada yang beriman namun sebagian besar lain masih menjadi kaum pengingkar. “Ini adalah unta Allah” Sang Nabi menerangkan ihwal mukjizatnya. “Maka biarkan dia berjalan mencari makan di bumi Allah, jangan sekali-kali kalian menyakitinya atau azab yang pedih akan mendatangi kalian”.

Nabi Sholeh menetapkan sebuah aturan untuk membiarkan unta itu minum di sumur milik penduduk selama satu hari dan satu hari berikutnya untuk para penduduk. Kemudian sebagai gantinya pada hari mereka tidak mendapat jatah air, mereka diperbolehkan meminum susu dari unta tersebut.

Waktupun berlalu, hingga mereka mulai merasakan ada sesuatu dalam hati mereka terkait aturan yang ditetapkan sang Nabi. Hingga akhirnya kaum Tsamud bersepakat tuk melanggar aturan tersebut. Bahkan mereka merencanakan untuk membunuh unta yang merupakan ayat Allah itu. Mereka kemudian sepakat menunjuk seorang durjana yang bernama Qudar ibn Salif ibn Junda’ sebagai eksekutor.

Sebagai balasan atas pekerjaannya, seorang nenek tua bernama ‘Unaizah binti Ghunaim menjanjikan Qudaf ibn Salif  untuk bisa menikahi sekaligus empat orang putrinya. Sedangkan yang bertugas untuk membantu perburuan adalah Mashda’ ibn Mahroj yang juga telah dijanjikan oleh seorang perempuan durjana bernama Shoduf binti Mahya untuk menikah dengannya. Mereka berdua kemudian merekrut tujuh orang lainnya yang Allah sebutkan dalam firmanNya sebagai “sembilan orang pembuat kerusakan di muka bumi”

Kedua orang durjana tadi memimpin proyek setan ini diikuti dengan penduduk Tsamud dibelakangnya. Para wanita dari kaum pembangkang ini juga turut membantu proses eksekusi unta tersebut. Dikatakan yang pertama kali menusuk unta dengan pedangnya adalah Qudar yang disebut oleh Nabi Muhammad sholallahu alayh wasallam dalam sebuah hadits sebagai satu diantara dua orang yang paling celaka.

Ayat Allah itu pun telah mati dibunuh tangan-tangan para pembangkang. Tak cukup sampai disitu, mereka pun mengejar anak dari unta betina. Diriwayatkan anak unta tersebut berlari ke atas gunung kemudian menjerit sebanyak tiga kali kemudian masuk ke dalam batu dan menghilang. (Tambahan : ada yang berpendapat bahwa anak unta Nabi Sholeh akan kembali nanti sebagai salah satu tanda kiamat besar yang akan terjadi)

Kemudian setelah peristiwa naas itu, Nabi Sholeh atas petunjuk Allah menjanjikan kepada kaumnya bahwa dalam tiga hari kedepan akan ada azab yang pedih bagi mereka kaum durjana. Dan benarlah janji Allah, tiga hari kemudian datang azab berupa suara yang begitu dahsyat menggelegar diiringi dengan bergoncangnya bumi membinasakan kaum durjana kaum Tsamud. Sedangkan Nabi Sholeh alayh salam beserta orang yang beriman kepada Allah terselamatkan dari bencana yang pedih. (selesai kutipan)

Seperti di awal yang saya udah singgung, apakah peristiwa ini terjadi di sini atau tidak masih ada perbedaan pendapat. Menurut Ustadz Iskandar senior kami yang didaulat paksa jadi tour guide beliau bilang bocoran dari dosennya sebagian ulama bilang bahwa peristiwa itu terjadi di Yaman. Dan ada juga yang bilang bahwa peristiwa itu terjadi di sini tapi TKP sebenarnya dijaga betul-betul oleh pihak keamanan Saudi. Dalam artian betul-betul jadi restricted area buat para pengunjung. Ditambah setelah situs ini terdaftar di UNESCO sebagai salah satu warisan budaya pada tahun 2008, maka keamanan disekitar area lebih diperketat.

Menurut wikipedia arab, luas areal ini seluruhnya kurang lebih 500 KM persegi. Dan pahatan-pahatan yang ada sekitar 150-an, diantaranya ada istana, rumah-rumah, dan bahkan areal pemakaman. Yang jelas daerah ini dihuni oleh lebih dari satu peradaban. Salah satunya dihuni oleh kerajaan Nabatean, yang juga nantinya kerajaan ini buat kota lagi yang hampir sama berupa pegunungan yang dipahat tuk jadi pemukiman di daerah yang bernama Petra di negara Yordan, tempat syuting Transformers 2.

Hikmah yang bisa saya ambil. Sekuat-kuatnya manusia tetap pada hakikatnya mereka hanyalah makhluk yang lemah. Bangsa Tsamud dengan kekuatannya mampu memahat gunung dan menjadikannya rumah bagi mereka. Tetap tak berdaya ketika azab Allah datang menimpa.

Dan juga dimanapun kita berada maka, jika Allah berkehendak siapapun tak dapat mengelak. Kaum Tsamud merasa aman dari azab Allah dengan mengandalkan rumah mereka yang terbuat dari bebatuan gunung yang cadas. Tak mampu menyelamatkan mereka dari siksa Allah yang telah dijanjikan.

DSC_0092

والله أعلم

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Bagi-bagi, Ringan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Madain Soleh, Bukti Lemahnya Manusia

  1. jampang berkata:

    semoga kita terlindung dari perbuatan2 seperti yang dilakukan para kaum pembangkang di masa lalu

  2. febridwicahya berkata:

    Subhanallah :’) semoga kita bisa belajar dari kisah yang telah lalu ini dan senantiasa menghindari sifat membangkang :’)

  3. abah shofi berkata:

    Masya Allah, Terima kasih mas sudah share… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s