Ahlan Wa Sahlan, Kang Emil

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertama-tama buat Pak Ridwan Kamil atau biasa dipanggil Kang Emil, semoga bapak dan keluarga selalu diberikan keberkahan dari Allah Ta’ala dan dijaga semuanya dari mulai urusan kerjaan sampe rumah tangga. Dan buat umrohnya yang sekarang lagi dilaksanain supaya diterima, Aamiiin.

Yap yip yup, Kang Emil ditodong sama anak-anak mandub alias PPMI (Persatuan Pelajar Mahasiswa) wilayah Madinah buat ceramah atau mungkin kasih motivasi buat kami para mahasiswa disini. Bertempat di salah satu aula kampus, even ini dihadiri sekitar 70-80 mahasiswa Indonesia yang ada di Univ Islam Madinah. Acaranya senin malam 18 Januari, cukup lama sekitar dua jam beliau kasih arahan ke kita para pemuda generasi bangsa. Dari mulai masalah kebangsaan, keislamaan, tantangan ke depan, dan lainnya.

IMG-20160119-WA0000

Bapak jomblo nasional ini bener-bener offense yaa sama kami para bujanghidun. Ragam punch yang dilempar bener-bener menggetar, menampar, mencakar, membakar kegalauan para kaum marginal ini. Tackle yang dihempaskan darinya begitu menohok, mencolok, menabok, menggorok sanubari kaum yang tertindas ini. Inget lho Kang, doa hamba yang terzholimi itu diijabahnya cepet. Nanti saya do’ain supada punya istri dua lho. Duh, maaf nih Teh Atalia.

Oya, dalam rombongannya ada Om Farhan, seorang MC seleb yang juga didaulat jadi pemandu acara kali ini. Ikut juga seorang kakek relawan kebersihan -yang saya lupa namanya- dalam rombongan beliau. Dan beberapa orang lain yang saya nda kenal.

Beliau cerita banyak tentang kehidupan beliau. Dari mulai lahir, sampai sekarang jadi walikota. Intinya sih arahan beliau itu berkisar di kata-kata berikut :

Percaya diri, Inovasi, Melek teknologi, Kreatif, Ilmu, Profesional, dan Mandiri.

Di acara ini juga beliau cerita tentang dua wasiat ayahnya almarhum yang nda boleh ditinggal. Pertama adalah berbagi ilmu, makanya beliau jauh-jauh dari Jeddah ke Madinah mampir ke kampus buat share pengalaman dan ilmunya. Sedangkan yang kedua adalah jangan pernah bilang tidak jika ada penawaran untuk mengarsiteki #halah proyek bangun masjid.

Beliau juga cerita tentang tantangan terbesar bagi bangsa ini. Dan tantangan itu adalah pola pikir. Ya, pola pikir manusia Indonesia menurut beliau tantangan terbesar dan terberat. Mental ikut-ikutan yang salah, misal ada orang terabas lampu merah kita ikut. Mental tipu-tipu, missal di Bandung katanya banyak keluarga kaya yang buat surat ket tak mampu supaya anaknya gratis masuk sekolah. Dan pola pikir rusak yang lainnya.

Dari pemaparan beliau, saya baru tau ada program pak walikota tuk seminggu sekali makan dengan orang termiskin di suatu daerah. Kemudian mendengarkan keluhannya dan berusaha tuk menyelesaikannya secepat mungkin. Luarrrr biasaaaahh Kang, lanjutken. Ada juga program nobar di kampung-kampung yang harus diikuti para lurah sambil mengedukasi masyarakat.

Ada juga superhero yang dijadiin ikon tuk gerakan pungut sampah di Bandung. Jadi, kalo biasanya superhero yang di komik-komik atawa film-film lompat gedung sana sini, atau ringkus penjahat maka di Bandung, superhero bertugas memungut sampah. Dengan harapan para bocah-bocah di kota yang terkenal kegeulisan mojangnya #uhuk bisa meniru tindakan jagoan mereka itu.

Untuk hasil dan pencapaian beliau, saya kira cukup digugel, disitu pasti banyak berserakan tentang keberhasilan beliau dalam mengubah wajah bumi Parahyangan.

Untuk program keislaman kata beliau, akan ada tiga program yang dicanangkan. Yang pertama Maghrib Mengaji. Daripada katanya pada main game, pergi ke warnet mending ngaji Quran yang sekarang mulai ditinggal.

Yang kedua dan ini yang kueren poll, katanya bakal ada tim pendakwah di tiap-tiap bis kota. Karna kata beliau -sambil becanda- pesebaran orang stress yang cukup banyak terdapat di angkot. Dan terakhir gerakan Ayo Membayar Zakat. Karna katanya lagi-lagi kalo semua bayar zakat Insya Allah orang miskin bakal hilang dan tuntas.

Dan secara isyarat beliau juga menegaskan tuk tidak ikut dalam pertarungan kursi DKI 1 #tidaaak. Karna kontrak beliau dengan rakyat Bandung selama 5 tahun harus betul-betul tuntas tas tas. Salut Kang buat prinsip amanahnya.

Beliau juga berpesan kepada kami mahasiswa yang secara khusus belajar agama. Tolong tampilkan Islam Ramah bukan Islam Marah dan berdakwahlah dengan cara yang bijaksana. Karna perubahan itu harus dan musti gradual alias bertahap. Siaaap Laksanakan #beri hormat.

Acara pun di tutup dengan sesi foto bareng. Karna udah jam 11 malem dan perut udah mulai menuntut haknya, maka sesi ini saya lewatkan demi menuntaskan kewajiban saya kepada perut ini.

والله أعلم

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Ringan, Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Ahlan Wa Sahlan, Kang Emil

  1. Ira berkata:

    Waaahh mantep yah Kang Emil…semoga setelah 5 tahun nanti beliau masih mau mimpin Bandung sekali lagi, aamiin

  2. Dinar Zul Akbar berkata:

    Mba Ira org bandung y?
    Kayaknya ga ikhlas klo beliau hijrah ke Jekarta
    Hha

  3. jampang berkata:

    Semoga lebih banyak orang seperti beliau di Indonesia

  4. Meskipun saya orang Bandung yg tinggal di Jakarta, tapi saya lebih seneng Kang Emil di Bandung aja hahahaha Mending jadi gubernur jabar kayaknya. Jakarta mah pusiang!

  5. Jauharry berkata:

    Ehm gw nunggu nt aja lah Nang jadi walkot Jakartah ini ahaha. Eh tapi gw d Tangerang yah

  6. abah shofi berkata:

    Mantap.. Senang ya mas punya pemimpin inspirator seperti Kang Emil..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s