Terkait Sumpah Pemuda

بسم الله الرحمن الرحيم

Laki-laki itu berulang kali meyakinkan sahabatnya tuk melakukan sesuatu hal yang dianggap penting dan sangat urgent tuk kepentingan umat. Walau sang sahabat sempat ragu hingga akhirnya Allah melapangkan dadanya agar menerima usulan dari laki-laki itu. Bagaimana tidak?!, Dalam pikirannya, ia berkali-kali menanyakan padanya “Bagaimana kita melakukan sesuatu yang Rasul belum pernah kerjakan??. Umar Al Faruq adalah nama-nama laki-laki itu sedangkan sahabatnya adalah Abu Bakr moga Allah meridhoi keduanya.

Sayyiduna Umar meyakinkan sahabatnya Sayyiduna Abu Bakr agar melakukan hal yang bisa dibilang sebuah mega proyek. Bukan membuat ratusan kilo meter panjangnya sebuah jalan. Atau mengeruk puluhan meter dalamnya tanah tuk dijadikan danau pengumpul air. Mega proyek itu adalah mengumpulkan Al Quran yang tersebar baik di dada para penghafalnya, ataupun daun daun serta pelepah kurma, dan batu batu yang dijadikan sebagai media penulisan Al Quran.

Berangkatlah mereka berdua ketempat seorang pemuda yang faqih lagi alim. Pemuda itu adalah Zaid ibn Tsabit smoga Allah meridhoinya. Kedua pemimpin besar umat islam ini segera membujuk Zaid agar bersedia mengemban amanah sebagai team leader dari mega proyek tadi. Awalnya Zaid pun merasakan keraguan yang sama sebagaimana yang dirasakan oleh Abu Bakr. Namun Allah melapangkan dadanya sehingga ia pun menyetujui tuk mengemban amanah ini.

Zaid menuturkan beratnya amanah ini dengan berkata “Sungguh jika mereka menyuruhku seorang diri untuk memindahkan sebuah gunung, niscaya hal itu lebih ringan bagiku daripada tugas mengumpulkan Al Quran ini”.

Beratnya proyek ini dikarnakan berkaitan langsung dengan kalam Allah Tuhan Semesta Alam. Jika sampai salah atau satu huruf saja yang tertinggal maka tak terbayang dosa apa yang akan dipikulnya kelak, mungkin ini yang ada di benak Zaid ibn Tsabit saat itu. Hingga akhirnya dengan izin serta karuniaNya, selesailah mega proyek ini. Al Quran yang kita baca ini merupakan bukti sebuah mujahadah atau kesungguhan yang luar biasa dilakukan oleh para sahabat terkhusus para inisiator Abu Bakr dan Umar serta tim eksekutor yang diketuai oleh Zaid ibn Tsabit ridhwanullah alayhim.

Pointnya yang cukup menarik dalam kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhoriy dalam Shohihnya, adalah ketika Abu Bakr mengemukakan alasan kenapa harus Zaid ibnTsabit yang menjadi penanggung jawab hal yang sangat besar ini.

Sang Kholifatur Rasul ini berkata kepada Zaid :

إنك رجل شاب عاقل لا نتهمك و قد كنت تكتب الوحي لرسول الله صلى الله عليه وسلم

Sungguh engkau adalah seorang pemuda yang berwawasan luas, kami juga memandangmu sebagai orang yang berkepribadian baik, dan juga sebelumnya engkau telah menuliskan wahyu (Al Quran) untuk Rasulullah sholallahu ‘alayh wasallam.

Terkait sumpah pemuda, sekaligus merefleksi peran serta pentingnya para pemuda. Rasa-rasanya kalam Sayyidina Abu Bakr ini cocok untuk dijadikan syarat bagi pemuda untuk membenahi negeri kita dewasa ini. Toh mengumpulkan Al Quran serta membenahi bangsa dan negara keduanya bisa dibilang sama-sama mega proyek yang visinya mencakup dunia dan akherat.

Syarat yang dikemukakan selain usia muda adalah intelektualitas. Sosok pemuda harus dan mesti mempunyai daya intelektualitas yang mumpuni terkhusus di era seperti sekarang ini. Kesempatan menggali informasi dan senantiasa memperbaharuinya harus benar-benar dilakukan segiat mungkin. Seperti kata pepatah arab Faqidus Syai La Yu’thi. Orang yang tidak punya apa-apa maka ia tidak dapat memberi. Pemuda yang kosong wawasannya maka dia tidak akan bisa menyumbangkan sesuatu terhadap bangsanya sendiri.

Syarat selanjutnya adalah integritas. Intregitas atau perangai dan akhlak yang bagus adalah syarat mutlak tuk memperbaiki negeri ini. Telah tercatat dalam lembaran sejarah, banyaknya umat-umat terdahulu hancur ketika moral dibuang sejauh-jauhnya. Tengok saja Al Quran dari mulai kisah Kaum Luth, ‘Ad, dan lainnya.

Dan yang terakhir adalah pengalaman. Abu Bakr menunjuk Zaid dikarnakan pengalamannya yang pernah menjadi juru tulis wahyu di masa Rasulullah sholallahu ‘alayh wasallam. Pengalaman para pemuda dalam hal interaksinya dengan dunia masyarakat menjadi mozaik pelengkap tuk membangun sebuah peradaban. Pengalaman-lah yang membentuk kepribadian seseorang. Pengalaman yang ia dapat sebelumnya dapat menjadi guru baginya tuk menyelesaikan masalah dikemudian harinya.

ٍو الله أعلم

Madinah, 28 oktober 2015

22.30 waktu setempat

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Bagi-bagi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Terkait Sumpah Pemuda

  1. dani berkata:

    Intelektualitas, integritas dan pengalaman dari pemuda ya Mas. Indonesia masih punya masa depan yang cerah rasanya habis baca ini

  2. jampang berkata:

    sang penulis blog di atas insya Allah akan memilki ketiga syarat di atas….. aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s