Alhamdulillah Was Syukrulillah

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, was syukrulillah adalah kalimat yang sangat tepat dan pantas untuk diucapkan saat ini.

Berawal dari sebuah kalimat “mabruk” yang dikirimkan salah seorang kawan mahasiswa LIPIA. Malam itu bertepatan dengan malam pergantian tahun baru hijriyah. Dengan bercanda, saya kirimkan sms balasan kepadanya “Bid’ah”. Lantas ia mengirimkan kembali sms, kali ini dengan sedikit tambahan “mabruk, antum keterima di Madinah”. Saya yang waktu itu sedang ada jadwal ta’lim, sungguh mendustai kabar yang ia bawakan.

Hingga akhirnya ta’lim bubar. Saya pun kembali ke rumah. Terdengar bunyi HP, ternyata kawan saya yang tadi mencoba menghubungi saya. HP pun saya angkat, kemudian dia meminta saya untuk membuka FB dan masuk ke grup Ukhuwwah Kita (grup yang berisikan teman sekelas di LIPIA). Dush, saya buka grup tersebut, kemudian ada foto berupa secarik kertas bertuliskan nama-nama dalam bahasa arab yang konon kabarnya adalah nama calon mahasiswa UIM (Univ Islam Madinah). Saya baca dan saya baca, ternyata ada nama saya disana. Dan saya pun diam.

Saya masih belum yakin sepenuhnya. Perasaan berharap diterima di UIM, tentu sangat menggelora di batin saya kala itu. Hingga akhirnya saya cek nomor KTP yang tertulis di samping nama saya itu. Pertama kali saya baca, sempat sedikit kecewa lantaran nomor yang disitu berbeda dengan no KTP yang saya pegang saat ini. Tak kehilangan akal, saya pun mencoba mencari KTP lama saya, karna yang sekarang saya pegang adalah E-KTP. Alhamdulillah, masih ada fotocopy-annya. Setelah dilihat kembali, Alhamdulillah sama.

Jantung saya sangat berdegup kencang saat itu, jujur saya merasa hampir 80% akan tiba di Madinah. Namun ada teman saya (bukan yang awal) lagi yang memberitahukan via telepon. Bahwa nama-nama yang ada disana belum otomatis menjadi calon mahasiswa UIM. “Coba cek no pendaftaran antum” perintahnya kepada saya. Setelah bongkar sana sini, Alhamdulillah akhirnya no pendaftaran masih tersimpan baik di dalam lemari pakaian.

Sejurus kemudian saya segera meluncur ke web resmi UIM. Jantung saya makin kencang berdegup. Akhirnya tiba di bagian Qobul wat Tasjil (penerimaan dan pendaftaran). Saya pun memasukkan nomor keramat tersebut. Dan Alhamdulillah ada kalimat “selamat anda diterima di Universitas Islam Madinah”. Masih saya belum percaya, saya ketik ulang nomor keramat tersebut, dan tulisan yang sama kembali muncul. Lebih dari lima kali saya mengulangi kegiatan yang sama. Dan Alhamdulillah, tulisan tersebut masih sama dan belum berubah.

Pertama kali yang saya lakukan adalah memberitahukan kepada keluarga baik Bapak, Emak, Abang dan Adik saya. Saya pun menitip pesan kepada mereka agar tidak memberitahukan hal ini ke yang lain sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak UIM.

Semalaman saya tidak bisa tidur memikirkan hal yang baru saya lewati tadi. Saya buka mushaf yang ada saya hanya menangis. Ya, saya ini banyak kekurangan dan sering maksiat. Saya masih amat jauh dikatagorikan sebagai seorang hamba. Dan saya masih belum dan jauh dari sempurna dalam mencintaiNya. Namun Dia Sang Maha Pengasih masih saja dan senantiasa memberikan rahmatnya kepada makhluknya yang satu ini. Saya pun melaksanakan qiyamul lail keadaan yang sama terulang ketika saya membuka mushaf.

Hampir setiap hari saya membuka web resmi untuk menanti kabar resmi dari pihak UIM. Hingga akhirnya jum’at kemarin, ada pesan via inbox FB dari salah seorang mahasiswa UIM, yang berisi -intinya- nama calon mahasiswa UIM periode 2013-2014 sudah ada di web resminya. Saya pun membukanya dan Alhamdulillah Was Syukrulillah nama saya tertera disana bersama 90-an nama lainnya.

Sungguh, peristiwa ini adalah sebuah pertarungan antara kejahilan ilmu saya ditambah kemaksiatan saya di satu sisi, dengan bantuan do’a dari hamba-hamba Allah yang sholeh baik keluarga, guru, dan kawan-kawan (baik dunia nyata ataupun dunia maya) dan ditambah -dan juga ini yang menjadi faktor uatama- Rahmat Allah kepada makhluknya yang satu ini. Hingga akhirnya pihak kedua-lah yang memenangkan pertarungan tersebut.

Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengucap terimakasih dan do’a semoga Allah membalas kalian semua yang telah mendo’akan hingga saya tiba dalam masa yang berbahagia ini. Dan satu hal lagi, ini pesan yang selalu saya ulang-ulang kepada keluarga serta para sahabat.

Doakan al faqir agar dimudahkan dalam proses keberangkatan hingga menuju ke Madinah, dan juga diberikan keberkahan ketika belajar disana, dan yang paling penting adalah agar al faqir dijadikan orang yang bermanfaat setelah pulang dari sana.

NB : tes kesehatan akan dilakukan oleh pihak UIM setibanya disana, dan jika dalam tes tersebut gagal maka si calon mahasiswa dengan amat terpaksa harus pulang kembali ketanah airnya. Maka untuk itu saya berharap ke kawan-kawan sekalian mendo’akan agar saya senantiasa diberikan kesehatan baik lahir dan batin oleh Allah Ta’ala.

و الله أعلم

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Ringan dan tag , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Alhamdulillah Was Syukrulillah

  1. jaraway berkata:

    alhamdulillaah.. baarakallaahu fiik..
    akhiirnyaaa..
    *dari dulu mau tanya ga enak.. hihi
    kirain akunya yang ga apdet.. qeqe

  2. Lailatul Qadr berkata:

    Barakallaah… Akhii… Sebelum berangkat, boleh lah… saya ‘dilugsuri’ buku-bukunya… #ngarep.com

  3. jaraway berkata:

    eh tadi komennya salah ketik
    nunggu ana konpres di blog aja >> nunggu ada konpres di blog aja

    ana di bahasa jawa ada.. hee.. *mlipir

  4. jampang berkata:

    alhamdulilah…. was syukrulillah

    semoga lancar jaya ke depannya 😀

  5. Iwan Yuliyanto berkata:

    Alhamdulillah was Syukrulillah

    Sungguh akan disibukkan dengan ilmu yang bermanfaat.

  6. pitaloka89 berkata:

    Alhamdulillah.. semoga lancar sampai jadi Mahasiswa sungguhan ya..

  7. rivenskyatwinda berkata:

    masyaAllah merinding bacanya. berangkat kapan, ka? titp do’a ya di depan ka’bah, semoga bisa segera menunaikan ibadah haji, hehe

    baarokallaahu fiikum, ma’akannajaah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s