Kambing, Kembang, dan Kumbang

بسم الله الرحمن الرحيم

Bukan mau ngebahas flora dan fauna. Namun sebaliknya, kali ini kita akan ngebahas cinta diantara para anak manusia. Bah, apa hubungannya, Lay??

Kita liat aja nanti.

Ini tentang kisah antara Kambing dan Kembang, Kumbangnya mana?? Nanti dia ada di pembahasan selanjutnya.

Bicara tentang relationship #tsaelahbahasanya antara Kambing dan Kembang, jelas pihak yang diuntungkan hanya lah si Kambing. Hewan berjenggot ini jika liat Kembang maka yang timbul adalah hasrat untuk memakannya. Ibarat iklan, pasti akan muncul dikepalanya “dia mulai lapar” lalu muncul kemudian “mulai laparr mulai laparr” ila akhiri iklan. Kruk kruk kruk, dengan gerakan yang pelan namun pasti si Kambing bakal mengunyah makhluk Allah yang cantik ini (baca : Kembang).

Tanpa peduli akan jeritan si Kembang, si Kambing dengan tega mencabik-cabik tubuhnya yang rapuh dengan giginya. Bahkan tak sampai disitu, si Kambing pun dengan tega bakal menelan si Kembang. Setelah merasa kenyang, maka si Kambing akan mencari kembang yang lain. Sementara si Kembang, nasibnya nanti hanya akan menjadi kotoran yang akan keluar dari tubuh si Kambing.

Sementara jika bicara hubungan antara Kumbang dan Kembang. Maka hubungan ini tidaklah se-persuram dan se-persedih (halah) antara Kembang dan Kambing. Hubungan ini dinamakan oleh para ilmuwan adalah simbiosis mutualisme. Si Kembang mendapatkan bantuan untuk berkembang biak, sedangkan si Kumbang mendapatkan manisnya kembang.

Namun, pada suatu waktu mereka tetap akan berpisah jua. Kapan itu terjadi??. Kemungkinan terbesar adalah pada saat si Kumbang berpikir bahwa si Kembang tak lagi menguntungkan baginya. Kemudian si Kumbang akan pergi dan mencari kembang lain yang bersedia untuk dihisap manisnya.

Entahlah, mungkin ini cuman ada di kepala saya.

Saya mengibaratkan Kembang diatas adalah sosok ukhti a.k.a akhwat (sebagaimana orang yang dipanggil ikhwan banyak menyebutnya) atau perempuan (sebagaimana yang diyakini orang kebanyakan). Sedangkan si Kambing dan si Kumbang adalah sosok yang akrab dipanggil akhi a.k.a ikhwan (sebagaimana orang yang disebut akhwat menyebutnya) atau laki-laki (sebagaimana yang dipahami orang kebanyakan).

Dalam kasus Kambing-Kembang, maka si Kambing menurut saya adalah seorang penjahat cinta sedangkan si Kembang karna kodratnya yang memang rapuh maka ia menjadi 100% korban cinta. Kalo di masyarkat Betawi sosok laki-laki penjahat cinta sering juga disebut Bandot. Jangan tertipu dengan janggutnya yang panjang. Saya pribadi pernah menjumpai sosok ikhwan penjahat kayak begini. Dengan bermodal handphone maka ia tebar jaring emasnya kebeberapa akhwat. Dan dalam seluruh episodenya, si Kambing selalu menjadi pelaku utama. Dalam artian dia-lah yang selalu memulai perkara, sedangkan si Kembang biasanya pasif dan diakhir cerita ia baru sadar telah terperangkap godaan “embeee” si Kambing.

Tebaran jaring emasnya, biasanya memakan korban lebih dari satu. Pokoknya tragis-lah nasib si akhwat. Walaupun lagi-lagi balik ke mental si korbannya. Enaknya sih, kambing model begini digorok lehernya kemudian dagingnya dibagi-bagi ke fakir miskin.

Sementara dalam kasus Kumbang-Kembang. Dan fenomena ini yang banyak tertangkap kamera dan tersebar di kolong langit dunia ini. Maka pelaku utama dalam tiap episodenya bisa jadi si Kumbang bahkan bisa jadi si Kembang. Maksudnya??.

Tanpa bermaksud membela kaum sendiri. Bisa jadi si Ikhwan bukan pihak yang aktif, bisa aja si Akhwatnya yang emang panuan minta disalep-in (oops maap terlalu sarkas). Tapi bisa juga si Ikhwannya yang mulai memancing si Akhwat di aer yang butek (lagian ngapain juga tuh Akhwat nyelem di aer butek). Mereka menikmati HTSN (Hubungan Tanpa Surat Nikah) ini, bahkan mungkin tenggelam didalamnya. Mereka sadar bahwa itu salah, namun apa daya sihir cinta-lah yang membutakan mata kaki mereka., eh maap mata hati mereka.

Nah kalo ketahuan biasanya mereka-mereka ini langsung “dipaksa nikah” mirip pasangan mesum yang ke-gep di taman-taman. Tapi biasanya si Kumbang ketika ditodong “nikah atau nyawa” maka mereka lebih merelakan nyawa mereka. Dengan alasan dari mulai alif, ba, ta. tsa sampe ya. Maka berpisahlah mereka, dan tentunya peristiwa ini pasti akan menyebabkan jatuhnya air mata utamanya si Kembang.

‘Ala kulli hal . . .

Kalo ada yang tanya penulis Kambing atau Kumbang??

Maka saya akan menjawab, saya Insya Allah lebih suka menjadi Mentari. Yang memberikan sinarnya kepada makhluk Allah (bukan hanya Kembang). Agar mereka bisa melakukan proses fotosintetis bagi para tanaman. Dan agar mereka bisa mendapat Vitamin D gratis bagi manusia. Ibarat lagu anak-anak bocah. Sang surya yang hanya memberi tanpa mengharap kembali. #tsaaaahhhh

و الله أعلم

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Bagi-bagi dan tag , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Kambing, Kembang, dan Kumbang

  1. Marhamah Zahara berkata:

    Ooh itu toh yang namanya kambing bandot, kembang orang udah dipagerin masih nyosor aja. cukur aja jenggotnya.

  2. pitaloka89 berkata:

    ckckckck… bahas kambing kembang kumbang, jadi mentari. Ga ada pilihannya tuh…. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s