Al Ikhwan : Bertahan Atau Mundur ??

بسم الله الرحمن الرحيم

Melihat perkembangan politik terkini di bumi Kinanah, sungguh sangat memilukan hati. Al Ikhwan Al Muslimun atau yang biasa disingkat IM sedang memutar kembali episode mereka di masa lalu. Korban tewas kini mencapai lebih dari 5.000 jiwa, sedangkan korban luka lebih dari puluhan ribu orang. Belum lagi beberapa masjid yang dirusak bahkan dibakar oleh junta militer yang berkolaborasi dengan para preman bayaran.

Pertanyaan yang hadir dalam benak saya adalah :

Sampai kapan IM akan bertahan??.

Nyatanya sampai tulisan ini dibuat, pihak IM masih tetap bertahan menghadapi kezholiman junta militer. Walaupun banyak seruan yang menghendaki agar IM menginstruksikan kepada para kader serta simpatisannya untuk kembali kerumah masing-masing. Bahkan tidak sedikit pihak yang menasehati IM agar menerima kepemimpinan al Sisiy. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, di tangan mereka ada kumpulan-kumpulan dalil yang menurut mereka bisa menopang argument mereka.

Sebagian diantara mereka berkata bahwa al Sisiy masih belum seberapa dengan al Hajjaj pada zaman bani Umayyah dahulu kala. Namun, entahlah ini hanya ada dipikiran saya yang memang masih harus banyak belajar.

Selepas dari kebrutalan sang Zholim al Hajjaj, apakah ia pernah tercatat dalam sejarah berkolaborasi dengan musuh-musuh Islam??.

Yang jelas, tatkala Letjen al Sisiy mengkudeta Presiden terpilih Dr. Mursi hafizhohullah. Pihak Israel merasa senang dan gembira dalam menyambutnya. Bahkan kunjungan resmi pertama kali wakil presiden El Baradai adalah ke Israel. Begitupun dengan Presiden Suriah sang syi’i nushoiriy juga menyambut gembira ketika tentara Mesir mengambil alih kepemimpinan di bumi piramida tersebut.

Selepas dari kebrutalan sang Zholim al Hajjaj, apakah ia pernah tercatat dalam sejarah hendak mengubah Al Quran sebagai dasar negara??.

Yang jelas, tatkala Letjen al Sisiy mengkudeta Presiden terpilih Dr. Mursi. Pihak militer tidak tampak akan menjadikan Al Quran sebagai landasan negara. Terbukti dengan diangkatnya Adli Manshur yang beragama Kristen koptik, sedangkan wakilnya (pada saat itu) adalah El Baradai sang liberalis. Belum lagi susunan kabinet yang amat kering dari tokoh-tokoh Islam di Mesir.

Perlu dicatat, bahwa aksi IM adalah aksi damai. Jauh dari bunyi senapan yang menyalak ataupun peluru yang terhempas. Mereka hanya menenteng Al Quran dalam aksi mereka. Sejarah juga yang mencatat bahwa secara organisasi, IM hanya mengangkat senjata ketika mereka berjuang membebaskan bumi Palestina dari cengkraman kaum imperialis serta anak haramnya Israel.

Sekelompok Akhwat Pendukung Mursi Sedang Membawa "Senjata" Mereka

Sekelompok Akhwat Pendukung Mursi Sedang Membawa “Senjata” Mereka

Malang nian nasib IM. Di dalam negeri mereka dibantai oleh pihak penguasa. Seakan belum cukup darah yang tumpah, tuduhan teroris kini disematkan kepada mereka. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, kira-kira begitulah ilustrasi sederhana mengenai kondisi IM. Belum lagi “fatwa” yang keluar dari Dr. Ahmad Karimah salah seorang dosen Al Azhar yang mengatakan bahwa IM telah murtad dan seluruh asset mereka wajib disita. Hasbunallah wa ni’mal wakil

Bahkan ada suara-suara sumbing yang terdengar di negeri ini. Dikatakan bahwa IM tidak bersabar dengan memaksakan posisi bertahan mereka dalam menghadapi militer. Dan pimpinan IM begitu tega mengorbankan atau menumpahkan darah dari kader mereka sendiri. Bahkan ada nada sinis yang menyatakan mereka hanya mengejar kekuasaan, dan membela golongan. Wal ‘Iyadzu Billah.

Benarlah ucapan seorang alim “seandainya orang jahil itu diam, maka tidak akan ada perdebatan”. Mereka yang mengatakan demikian telah lupa atau pura-pura pikun bahwa IM telah mengalami sejarah yang panjang dan berdarah-darah. Banyak pimpinan mereka tewas meregang nyawa secara zholim. Tak terkecuali pendiri sekaligus imam mereka Syaikh al Bana yang tewas ditembak orang tak dikenal. Pun dengan Sayyid Quthb dan beberapa tokoh yang digantung, dipenjara dan lain sebagainya. Apakah sabar itu diam??. Apakah sabar itu membiarkan diri dizholimi??.

Pada suatu malam sang kholifah Umar ibn Abd al Aziz rohimahullah masuk kedalam sebuah masjid. Dikarnakan kondisi yang gelap kaki sang kholifah menabrak seseorang hingga membangunkannya. Orang itu pun marah sambil berkata “Hei, apa ini. Apa kamu seekor keledai!!.” Dengan enteng Umar menjawab “tidak saya adalah Umar”. Mendengar demikian pengawal kholifah bertanya kepadanya “wahai kholifah, dia telah mengatakan bahwa kamu adalah keledai.” Lalu Umar menjelaskan “tidak, dia tidak mengatakan demikian, dia hanya bertanya apakah aku seekor keledai, lalu aku menjawabnya.”

Bahkan lebih lanjut Umar mengatakan :

“jika kamu mendengar seorang muslim mengatakan satu kata maka janganlah kamu menafsirkan kata-katanya itu dengan penafsiran yang jelek. Ketika kamu mendapatkan celah untuk menafsirkannya dengan penafsiran yang baik.”

Sebuah pelajaran yang amat berharga dari generasi salaf tentang husnuzhon. Saya haqqul yakin dan berhusnuzhon bahwasannya para pimpinan IM telah berpikir secara matang-matang terkait politik yang berkembang akhir-akhir ini. Dan tak pernah terbesit dalam niat mereka, bahwa aksi ini hanya untuk mengejar kekuasaan semata. Bukti yang kongkret adalah dari deretan korban jiwa terdapat putra-putri mereka. Bahkan putra Mursyid Am pucuk pimpinan tertinggi IM di seluruh dunia Prof Badie’ yang bernama Ammar termasuk yang meninggal. Begitu juga dengan Asma putri dari Muhammad al Baltajiy seorang pimpinan FJP yang merupakan sayap politik IM. Begitu juga dengan buah hati Khayrat Syathir yang menjabat wakil Mursyid Am.

Itu artinya apa??. Itu berarti bahwa IM bermujahadah dari mulai pucuk tertinggi sampai kader tingkat pedesaan akan apa yang mereka yakini benar. Toh, faktanya mereka menang secara demokratis dengan suara mayoritas. Ingat bahwa Mesir itu menganut system parlementer. Itu berarti ketika menang 51 % itu merupakan jumlah yang sangat besar.

Lalu ketika baru satu tahun menjalankan amanah, tiba-tiba amanah yang sedang mereka emban di rampas seenaknya. Ibarat kita mempunyai sepeda motor, lalu ada perampok mendatangi kemudian merampas motor kita. Maka pasti kita akan berusaha merebutnya. Lalu menjadi aneh ketika ada orang yang lewat bukannya mendukung kita sebagai korban ia malah mendukung sang perampok, dan menyuruh kita sabar. Inilah yang dialami IM sekarang.

Ada baiknya menahan diri dari komentar yang tak guna. Yang dibutuhkan IM adalah dukungan bukan arahan yang bernada ceramah. Yang saya baca adalah IM punya tekad yang kuat membawa Mesir agar tidak kembali ke masa-masa kelam dibawah kekuasaan para jenderal dari mulai Gamal Abdul Nasser sampai eranya Husni Mubarok. Perlu dicatat bahwa Mesir pada zaman mereka hanyalah sebagai boneka Amerika Serikat.

Kita utamanya yang hidup jauh dari sana. Tentu akan sulit memahami situasi dalam negeri mereka. Ada baiknya kita ambil gampangnya saja. Di al Azhar ada sekelompok ulama yang menamai diri mereka Jabhah Ulama al Azhar (JUA) yang isinya tentu civitas akademi dari salah satu universitas kebanggaan umat Islam.

JUA melalui web resminya merepost seruan yang mereka keluarkan pada masa penggulingan Mubarok tahun lalu. Jangan ditanyakan kualitas keilmuan mereka. Mereka adalah para professor serta doktor dalam bidangnya masing-masing. Mereka tentu jauh lebih paham tentang keadaan disana. Jauh sebelum seruan ini, mereka juga telah melakukan berbagai unjuk rasa dalam usaha menentang kudeta militer.

Jabhah Ulama al Azhar Berunjuk Rasa Mendukung Dr Mursi Dan Menentang Kudeta Militer

Jabhah Ulama al Azhar Berunjuk Rasa Mendukung Dr Mursi Dan Menentang Kudeta Militer

Beberapa diantara seruan mereka adalah :

“Keluarlah kalian, jangan pernah kalian seperti semut. Karna seekor semut itu menerima perintah dari ratunya agar masuk kedalam sarang sebagai rasa takut kepada para tentara yang akan menghancurkannya”.

“Keluarlah bagi setiap orang yang memiliki kemampuan, agar kaum zholim itu mendengarkan suaranya. Dan agar ia melepaskan diri dari mereka di hadapan Allah. Allah tidaklah menerima alasan dari para pengecut dari situasi ini”.

“Keluarlah kalian karna masuk kedalam sarang tidaklah diperbolehkan kecuali bagi semut”.

“Keluarlah kalian dengan niat merebut kekuasaan dari tangan penzholim, sebelum datang selain kalian yang mengambilnya dari orang-orang atheis ataupun komunis”.

Inilah sikap para beberapa ulama al Azhar yang tergabung dalam JUA. Adapun mengenai sikap Syaikhul Azhar maka saya pribadi tidak sependapat dengan beliau. Tapi saya mencoba menafsirkannya dengan sebaik-baiknya. Mungkin ini sikap yang harus diambil oleh al Azhar secara institusi. Dikarnakan bisa saja militer akan membubarkan al Azhar dan menangkapi bahkan membunuh para ulamanya jika mendukung IM. Dan kalau ini terjadi maka musibah ini jauh lebih besar ketimbang yang ada sekarang ini. Walaupun dalam kabar terakhir sudah 30 dosen al Azhar yang meninggal rohimahumulah jami’an.

Sepertinya hal ini akan bertahan lama. Karna IM mungkin berpendapat bahwa ini momen yang tepat setelah adanya musim semi arab. Lagipula dibunuh, dizholimi dan sebagainya adalah istilah-istilah yang menempati halaman utama dalam kamus mereka. Ini resiko perjuangan yang harus ditanggung.

IM juga telah berhasil mendidik kader-kader yang bermental baja. Lihat saja ucapan dari seorang kader mereka yang bernama Syaikh Ahmad Yassin penghulu para syuhada Palestina abad modern.

Beliau dalam satu kesempatan pernah mengatakan :

“Jangan kalian menunggu kami untuk menyerah ataupun mengangkat bendera putih. Sesungguhnya kalian mengetahui bahwasannya kami akan tetap mati jika melakukan hal demikian. Oleh karnanya, tinggalkanlah kami, biarkan kami mati dalam kemuliaan”.

Atau simak perkataan Syaikh Muhammad al Ghozali salah seorang kader IM yang cukup terkenal :

Ketika makin sengit perang antara haq dan bathil. Keduanya akan saling berusaha mengalahkan satu sama lainnya. Disana akan ada saat yang genting ketika kebathilan mencapai puncak kekuatannya sedangkan kebenaran akan berada di ujung ujiannya. Maka bertahan pada saat itu merupakan titik perubahan. Di saat itu juga akan dimulai ujian keimanan seseorang. Jika ia tetap bertahan maka perubahan itu akan terjadi.”

Saya memang bukan ahli agama namun saya hanya bisa berharap dan berdo’a bahwa para korban meninggal di sana menjadi syuhada di sisi Allah karna mereka telah dizholimi oleh penguasa. Sebagaimana syahidnya Sayyid al Husain rodhiyallahu ‘anhu cucu baginda Muhammad sholallahu ‘alayh wasallam beserta alu baitnya yang dibunuh oleh tentara zholim pada peristiwa karbala.

و الله أعلم

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Perang Pikir dan tag , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Al Ikhwan : Bertahan Atau Mundur ??

  1. rusydi hikmawan berkata:

    ada beberapa tulisan/opini mengenai krisis mesir ini diposisikan sebagai konflik kekuasaan semata, tidak ada sangkut pautnya dg masalah agama, ia mengutip dari salah seorang ulama al azhar yg mendukung sisi. dan ada blogger syiah yg menulis, IM akan membawa mesir pada sektarian, makanya harus digulingkan. ah banyak tulisan bernada sinis oleh blogger2 yg gak paham duduk perkara ini.

    • Dinar Zul Akbar berkata:

      kebanyakan cuman copas aja,, sumbernya kayaknya sama

      di FB juga banyak komen yang bikin ngelus dada

      kalo saya pribadi ini memang konflik politik tapi ketika dituduhkan bahwa hanya dan semata demi kekuasaan duniawi saya pribadi agak gak stuju

      yg jelas dan yang saya yakini niat IM itu penegakkan kalimatullah di Mesir,, dan ini layak dan patut didukung

  2. Iwan Yuliyanto berkata:

    Hasbunallah wa ni’mal wakil.

    Saya ngeri juga dengan media-media Mesir, buta dengan fakta militer menindas kebebasan pers. Banyak pers dibunuh. Nggak risih makan bangkai.

  3. Iwan Yuliyanto berkata:

    Merinding banget nonton video ini:


    [Video] – Alasan Mengapa Meraka Ingin Menjatuhkan Mursi Presiden Mesir.

  4. jampang berkata:

    mereka yang ngomong miring sepertinya belum kenal dengan siapa yang diomongin. makanya ya begitu….. atau mungkin pura-pura nggak kenal.

  5. mutsaqqif berkata:

    IM ikut Pemilu –> “Sistem Kufur ngapain diikutin?”

    Menang Pemilu –> “itu kemenangan pemilu bukan kemenangan Islam”

    Dikudeta –> “Apa gue bilang, sistem kufur diikutin!”

    Meminta presiden sah memimpin kembali –> “Bughot kau!”

    kasian bgd saudara kita satu itu, salah melulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s