Konspirasi AS Di Balik Musibah PKS, Benarkah??

Anda jangan tertipu dengan judulnya yang terlihat ilmiah. Saya bukan pengamat politik, sosial atau apa pun itu. Mengaku sebagai seorang blogger saja saya malu. Bobot tulisan yang kurang mutu berikut kunjungan blog yang sepi ataupun ikut kegiatan yang didalamnya terdapat blogger-blogger saja bisa dibilang jarang. Yang jelas saya manusia yang punya opini. Selama opini tersebut tidak bertentangan dengan syariat maka sah-sah saja saya memaparkannya.

“Tapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan menghancurkan partai ini”

Kalimat diatas adalah penggalan dari pidato Ust Anis Matta Lc ketika beliau diangkat menjadi Presiden baru PKS menggantikan Ust Luthfi Hassan Ishaq MA. Ketika berbicara konspirasi, maka pikiran saya langsung meluncur ke dua adik-kakak USA, dan Zionis. Atau menyelami organisasi-organisasi rahasia Freemansonry, Illuminati, dan bla bla bla.

Banyak sekali dijumpai di dunia maya bahwa kader PKS yakin bahwa ada konspirasi yang duduk manis di atas musibah yang dilanda PKS saat ini. Kalau saya pribadi yang bukan kader PKS ini, jujur saja saya masih belum bisa tsiqoh (percaya) dengan ucapannya Ust Anis Matta Lc. Namun, jika kaitannya antara konspirasi dengan kasus terorisme di Indonesia maka saya haqqul yaqin 100% bahwa dibalik itu semua ada konspirasi.

Kenapa saya belum bisa tsiqoh untuk kasus LHI yang dianggap konspirasi sedangkan kasus terorisme itu konspirasi?. Nanti akan saya paparkan beberapa alasan yang menjadi tabir antara pikiran saya dengan isu konspirasi ini.

Jika bicara dari sisi penegak hukumnya yakni KPK dan POLRI yang diwakili Densus 88. KPK lebih dapat dipercaya ketimbang Densus 88. Sebagaimana maklum bahwa KPK dipersepsikan oleh publik dengan nilai yang cukup tinggi. Makanya ketika ada kasus Bibit-Candra, publik cepat merespon dengan membuat gerakan 1 juta Facebookers dukung mereka berdua.

Apalagi dalam kamus KPK tidak dapat dijumpai istilah SP3. Ketika KPK telah menetapkan seseorang menjadi tersangka, maka KPK tidak main-main dalam hal itu. Sekurang-kurangnya KPK sudah punya 2 alat bukti yang memberatkan si tersangka. Dan selama ini terdakwa yang digiring oleh KPK pun tidak ada yang mendapat vonis bebas.

Sedangkan untuk POLRI. Berat bagi publik termasuk saya untuk mempercayai kredibilitas lembaga negara tersebut. Masyarakat cenderung tidak percaya dikarenakan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi oleh Jend Timur Pradopo terhadap institusi yang dipimpinnya tersebut. Apalagi dari pihak kepolisian juga masih ditemukan kasus salah tangkap, terdakwa yang mendapat vonis bebas dan lain-lainnya.

Ada yang bilang ini disutradarai oleh  Amerika Serikat??. Sekali lagi benarkah??

Abdullah Hehamahua selaku tokoh di KPK yang dikenal sebagai seorang ustadz di lembaga tersebut telah membantah hal itu. Lagi pula, setahu saya pihak Amerika Serikat tidak menyantuni lembaga yang dipimpin Abraham Samad tersebut. Anggaran KPK hanya mereka dapatkan dari APBN. Namun, untuk POLRI dalam hal ini Densus88 sudah lumrah bahwa ternyata Amerika Serikat-lah yang melahirkan sekaligus menyusui Densus88.

Bahkan sebagian kalangan menilai operasi yang dilakukan Densus88 hanya untuk meraup dollar saja. No Terrorist No Dollar begitu kira-kira kata mereka yang meyakini hal tersebut. Jadi, dari segi konflik kepentingan Densus88 lebih kental rasanya ketimbang KPK.

Dalam hal kasus pun terdapat jurang pemisah yang lebar lagi dalam. Kasus Terorisme ini sudah jadi agendanya Washington. Seperti yang dikatakan oleh George Bush “This is Crusade” atau “With Us or Against Us”. Jadi, gaung pemberantasan terorisme hanya dimonopoli oleh negara Paman Sam saja. Jadi tafsiran terorisme yang dipakai, bersumber dari yang satu yakni pemahaman Amerika Serikat.

Sementara dalam kasus suap Impor Sapi yang melibatkan Ust Luthfi Hassan Ishaq MA, bisa dikatakan lain. Isu pemberantasan suap yang masuk dalam tindak pidana korupsi adalah agenda semua negara di dunia ini. Masing-masing negara di bumi Allah ini punya keinginan yang kuat untuk memberangus kejahatan yang dianggap Extra Ordinary ini.

Tangan-tangan asing takut akan besarnya partai ini di pemilu 2014??. Sekali lagi benarkah demikian??.

Kalau dihat dari perolehan suaranya yakni pada pemilu 1999 lalu meraih 1,4 juta suara 7 kursi DPR. 5 tahun berikutnya pada pemilu 2004 sebesar 7,34% (8.325.020) dari jumlah total dan mendapatkan 45 kursi di DPR dari total 550 kursi di DPR. Dan 5 tahun berikutnya lagi sebanyak 57 kursi (10%) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat sebanyak 8.206.955 suara (7,9%).

Lonjakan terbesar terjadi pada tahun 2004. Dari 7 kursi DPR menjadi 45 kursi. Namun, pada pemilu kemarin 2009 dari 45 kursi DPR, PKS hanya mampu menambah 12 kursi menjadi 57 kursi DPR RI. Untuk 2014 saya sendiri tak mau meramal. Walaupun DPP PKS pasang target 3 besar dalam pemilu esok.

Yang jelas kalau mau hitung-hitungan suara PKS di DKI Jakarta yang merupakan lumbung suara mereka, suara PKS perlahan menurun. Apakah ini jadi ukuran lagi-lagi Wa Allahu A’lam saya bukan dukun.

Lagi pula apa yang harus ditakuti dari PKS??. Toh, mereka sudah mendeklarasikan sebagai partai terbuka. Dan jika dilihat dari komentar beberapa para elitnya pun, saya pribadi hanya bisa mengkerutkan dahi kemudian godek godek (geleng-geleng).

Apakah PKS masih konsisten menegakkan syariat Islam??. Entahlah, namun saya beberapa kali melihat beberapa petinggi dari partai ini sudah lumrah untuk berjabat tangan dengan yang non mahrom. Betul, bukan ukuran memang. Tapi, yang saya pahami bahwa teori itu harus selaras dengan praktiknya. Teori saja tanpa praktik maka bisa disebut Om-Do. Apalagi yang melakukannya adalah figur yang seharusnya menjadi teladan di tubuh PKS.

Kunjungan Dubes AS ke KPK dan setelah penangkapan Dubes AS itu memuji KPK, merupakan bukti permainan asing??. Benarkah hal ini??.

Sebentar, sebentar. Jika hanya ini yang dijadikan indikator konspirasi asing maka saya akan balik bertanya. Dulu ketika Rakernas PKS atau apapun itu namanya karena saya tak paham juga. Yang diadakan di Hotel Ritz Carlton, seingat saya PKS mengundang pihak kedubes AS sebagai tamu. Apakah hanya karena hal ini, lantas boleh bilang ada konspirasi dibalik Mukernas PKS??. Rasa-rasanya tak semudah itu.

Ini pengalihan isu terkait berita Jakarta Post tentang pajak keluarga Pak SBY, benarkah??.

Wa Allahu A’lam, tapi jika benar demikian. Maka ini adalah bid’ah (sesuatu yang baru) di negeri kita. Karena menurut yang sudah-sudah isu teroris-lah atau anarkis-lah yang biasanya dijadikan sebagai pengalihan dalam melindungi berita negatif terkait pembesar di negeri ini.

Kalau densus 88 masih ada celah untuk berspekulasi akan konspirasi, karena mereka itu hanya tools sedangkan User-nya adalah penguasa di negeri ini. Seperti yang kita tahu bahwa POLRI itu atasannya adalah Presiden. Sedangkan KPK tak mempunyai atasan. Istilah Pak SBY dulu, KPK itu lembaga Superbody yang langsung bertanggung jawab kepada Tuhan.

Sebetulnya masih ada lagi isu semisal pembatasan impor yang membuat berang AS. Jika dilihat dari hal itu, maka bisa saja ini merupakan sebuah konspirasi. Akan tetapi, seperti yang dikatakan orang banyak bahwa “konspirasi tak bisa dibuktikan namun bisa dirasakan“. Dan jujur saja saya merasa bahwa hal-hal yang membuat saya tak percaya lebih dominan terhadap hal-hal yang membuat saya harus percaya.

Saya pribadi berharap kasus ini segera usai. Karena saya termasuk yang gerah dengan adanya kasus ini. Gerah disini bukan karena faktor PKS-nya. Namun lebih kepada isu Islamnya. Kalau sudah begini orang-orang akan makin percaya bahwa Islam Yes, Partai Islam No.

Sebagai penutup saya kutip status FB Bapak Maulana M Syuhada penulis buku Maryam Menggugat :

Bukankah Rasul SAW pernah berkata, “Jika Fatimah mencuri maka saya sendiri yang akan memotong tangannya!”

Jadi keadilan itu tidak pandang bulu. Walaupun itu anak/keluarga/kerabat/kawan kita, tapi kalau berbuat salah, tetap harus kita katakan itu salah, dan keadilan harus ditegakkan!

Jadi daripada membela secara membabi buta, mencari kambing hitam, menuduh aparat penegak hukum melakukan konspirasi dsb., lebih baik PKS bikin konferensi pers, dan bilang, “KALAU LHI TERBUKTI KORUPSI, MAKA KAMI SENDIRI YANG AKAN MEMOTONG TANGANNYA.”
Insya Allah, reaksi masyarakat tidak akan senegatif sekarang terhadap PKS.

 Tulisan lain mengenai konspirasi ini juga bisa dibaca tulisannya Ust AM Waskito penulis buku “Bersikap Adil Terhadap Wahabi” di sini.

Iklan

Tentang Dinar Zul Akbar

Hanya seorang manusia biasa yang dikelilingi hal-hal luar biasa. Keseharian kuliah, kadang nulis, sering tidur dan suka merenung.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Konspirasi AS Di Balik Musibah PKS, Benarkah??

  1. sisemut berkata:

    Saya juga tidak seorang pengamat politik dan tidak memahami dengan baik perihal konspirasi, dan bukan kader PKS seperti yg dikatakan di http://politik.kompasiana.com/2013/02/04/dentang-genta-sapi-untuk-pks-530748.html.

    Namun walau saya bukan pengamat politik dan masih banyak yang tidak saya pahami, alhamdulillah saya masih rajin membaca. http://www.star-telegram.com/2013/02/01/4593984/us-presses-indonesia-to-open-beef.html

    Mencoba menunggu saja KPK bekerja tanpa berani meminta siapun untuk menyatakan memotong tangannya

  2. pitaloka89 berkata:

    Suka sama kalimat penutupnya…

  3. Iwan Yuliyanto berkata:

    Analisa yang bagus.
    Sebaiknya memang jangan mencari kambing hitam, fokuskan untuk lebih mawas diri di tubuh internal organisasi, justru hal ini akan membuat makin banyak yang respek.

  4. Abu Jihad berkata:

    Gan..ane numpang copas yee tulisan ente, buat ane muatin di pesbuk ane.. makasih gan sbelomnye..
    Baarokallohu fiykum

  5. Mujahid Lenteng berkata:

    PKS sudah diprediksi media menjadi bintang pemilu, cuba cari google. dan memang konspirasi amerika cuma dimasalah terorisme menurut antum?buka mata akh, sbagai aktifis islam harusnya tahu, ini terkait masalah impor bows. tulisan di wikileak pernah terkuak dubes as pernah melaporkan menteri pertanian yg lalu menghambat proses impor sapi dan bioteknologi..wallahualam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s